Kunjungan

aku memundurkan kursiku, sedikit agak menjauh dari layar monitor. lalu melakukan senam kecil untuk melemaskan sendi-sendi, terutama di bagian leher. bunyi-bunyi halus sendi terdengar begitu aku menggerakkannya. sudah hampir satu jam aku duduk di depan komputer tanpa bergerak. pantas saja semua sendiku terasa kaku dan leherku pegal-pegal. tidak sampai 5 menit kemudian aku kembali asik di depan komputer.

dua jam kemudian pegal di leherku semakin berat. sudah berulang kali aku mencoba melemaskannya, bahkan aku merebahkan diri di tempat tidur selama beberapa menit, tetap saja sekitar leher dan pundakku terasa pegal. seperti menahan beban berat.

kuusap leher belakangku. dan menghela nafas.
lalu aku ke kamar mandi.

aku berdiri di depan westafel dan menatap tajam ke cermin. ke arah pundakku sendiri.

“sudah berapa kali kubilang? kalo kamu berkunjung ke sini, jangan langsung nangkring di pundakku. berat, tauuu…?!”

dari cermin itu aku melihat pantulan sebuah bayangan samar yang sedang duduk di atas pundakku. pelan-pelan ia bergerak turun.

rasa pegal itu pun hilang.

aku tersenyum ke arah bayangan pucat samar di sampingku.
“aku juga kangen kamu, sayang. maaf udah dua bulan gak ke makam kamu. aku lagi sibuk…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: