Fiksi Kilat #3

KDRT

“Tenang, Ibu. Semua akan baik-baik saja. Dia tidak akan menyakiti kita lagi,” Sofie melempar pisau dapur yang berlumuran darah ayahnya.

Tatapan Penuh Cinta

Matanya menatapku penuh cinta, sesaat sebelum racun yang kutuang di minumannya menghentikan detak jantungnya.

Aborsi

“Apa ini? Baru kemarin aku menikmati degup jantung ini, sekarang seseorang sedang memaksaku untuk keluar?? Tidak! Hentikan! Kau menyakitiku!” teriak jabang bayi pada kedua tangan yang menariknya keluar dari perut ibunya.

Kereta Malam

Kereta terakhir jam 11 malam, gerbong masih penuh.  Aku berdiri menghadap jendela di antara penumpang lain. Kulihat pantulan diriku di kaca jendela. Tapi tidak kulihat pantulan orang-orang di sekitarku.

Hari Jadi

“Selamat hari jadi, Sayang,” ucapku sambil mengecup keningnya. Ia menyentuh keningnya, merasakan bekas lembab bibirku, menangis sambil mencium fotoku dan merapal doa, “Semoga kamu tenang di sisi-Nya, Sayang… Selamat hari jadi…”

Adik – Kakak

Setiap habis magrib, Aldi kecil tertawa riang, asyik bercanda dengan kakaknya yang lebih tua 2 tahun. Namun orang dewasa melihatnya bermain sendirian.

 

Baca versi Bahasa Inggris

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: