Fiksi Kilat #4

Tangan Jahil

“Kurang ajar! Putus tangan kau!” kusumpahi orang yang mencolekku. Sedetik kemudian ia berteriak. Tangannya tiba-tiba putus.

 

KDRT

“Tenang, Ibu. Dia tidak akan ganggu kita lagi,” ujar Sofie sambil melempar pisau yang berlumuran darah dan usus ayahnya.

(re-write)

 

Fahri

Aku terus merengek untuk minta pulang. Tapi ia tidak menggubrisku, ia terlalu asyik membaluri potongan tubuhku dengan semen.

 

Masokis

Aku selalu menyukai rasa sakit ketika mata pisau menyayat lenganku. Tapi heran, tak ada rasa sakit ketika kusayat leherku.

 

Ibu dan Anak

Tiba-tiba sepeda roda tiga itu melaju sendiri ke arahku. Anakku pasti tahu kalau aku sedang rindu padanya.

Baca versi Bahasa Inggris

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: